Rabu, 04 April 2012

PENDIDIKAN KARAKTER

Monggo Pinarak.. Silahkan duduk,..... Sit down please,..... silahkan baca

Ini tentang suatu gagasan, dengan harapan dapat diterapkan dan tentu saja ada manfaatnya. Gagasan apa gerangan, sekarang ini kelihatannya sudah banyak ditulis, dibahas, diseminarkan, bahkan sudah diproyekan. Tetapi ........... kenyataanya bukan makin baik bahkan dapat dikatakan sama saja atau justru makin parah. Di sini akan dikemukakan tentant pendidikan "karakter".
 
Untuk mendidik agar seseorang memiliki karakter yang bagus, tentu saja tidak mudah. Akan dimulai dari mana cara mendidiknya, apa dimulai dari sekolah dasar, sekolah menengah atau dari bangku kuliah (pendidikan tinggi).
Kalau dimulai dari sekolah dasar, kenyataannya pelajaran "budipekerti" tidak ada, pelajaran  lain yang mungkin dapat  dimasuki pendidikan karakter melalui muatan lokan dari bahasa ibu, yaitu Bahasa Jawa (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) menurut buku paket di sekolah dasar tentang Bahasa Jawa kurang mengena. Pendidikan karakter   memang harus dipraktekan dan diulang-ulang.
  
Pendidikan karakter, seyogyanya dimulai dari pendidikan di rumah melalui orang tua masing-masing, hanya kenyataan yang terjadi orang tua tidak ada waktu untuk melakukannya. Semua orang sudah maklum, bahwa dalam satu keluarga, yang bekerja untuk mencari nafkah tidak hanya seorang bapak, tetapi seorang ibu juga turut bekerja untuk mencari nafkah. Keadaan seperti ini adalah suatu hal yang biasa pada masyarakat modern seperti sekarang ini. Hal ini tidak perlu ditanyakan, mengapa keduanya bekerja mencari nafkah. Jadi,  tumpuan yang ada untuk pendidikan karakter adalah melalui pendidikan formal. Mata pelajaran apa yang cocok untuk dimuati pendidikan karakter yang dimaksud. Tidak perlu dipaksakan pendidikan karakter melalui berbagai matapelajaran, tetapi dapat diterapkan dengan melalui pendidikan "asrama". Melalui kegiatan di Asrama, dapat lebih efektif mendidik karakter seseorang, bahkan tidak hanya karakter dapat digembleng di Asrama, disiplin, budaya, juga agama dapat diterapkan dengan lebih berhasil.

Persoalan yang muncul, dari tingkat pendidikan yang mana seseorang harus di masukan ke Asrama. Tingkat sekolah dasar, tentu belum mungkin, sekolah menengah adalah yang paling tepat. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca artikel tentang : PENDIDIKAN DI ASRAMA" 



Selasa, 14 Februari 2012

PENGETAHUAN RINGAN

NAMA-NAMA BUNGA

Nama bungan yang umum mengenalnya : bunga melati dari pohon melati, demikian pula bunga mawar dari pohon mawar. Tetapi nama bunga yang akan  ditampilkan adalah lain, diantaranya :
 
1. Bunga dari tanaman Timun namanya MONTRO
2. Bunga dari pohon Blimbing namanaya MOYO
3. Bunga dari tanaman Suruh namanya DRENGES
4. Pohon Jambu bunganya bernama KARUK
5. Tanaman Gadung (dikenal dengan kripik Gadung) bunganya benama CENGONGLONG
6. Pohon Salak bunganya bernama KETEKER
7. Pohon Jengkol (dikenal dengan rendang Jengkol) bunganya bernama KESUWIS
8. Pohon Pete bunganya bernama  BENDUL
9. Pohon Kelapa bunganya bernama MANGGAR
10.Pohon Cengkeh (untuk baku rokok) bunganya bernama POLONG
11.Pohon Durian (buah yang dicari-cari orang pada musim tertentu) bunganya bernama DLONGOP
12.Pohon Singkong (mempunyai nama lain : Bodin, Jendral, Telo Kaspo, Pohung) bungannya 
     INGKLIK
13. Tanaman Kapas (bunganya untuk bahan pembuatan benang) bungannya benama CELUNG
14. Pohon Garut (buahnya untuk bahan pembuatan tepung/pati) bunganya bernama GREMENG
15. Pohon Nangka/Gori bungannya bernama ANGKUP
16. Pohon Sawo bungannya bernama RIKUH
17. Pohon Tebu (batangnya untuk bahan bembuatan gula) bungannya bernama GLEGES
18. Pohon Mlinjo (dikenal untuk makanan bernama Emping Mlinjo) bungannya bernama UCENG
19. Pohon Jati (untuk bangunan) bungannya bernama JANGGLENG
20. Tanaman Kangkung (bahan untuk sayur) bungannya bernama KLENGSOR




Jumat, 27 Januari 2012

TANDA-TANDA ALAMI YANG HARUS DIWASPADAI

       Tanda-tanda alami yang perlu dicermati untuk menjaga kesehatan seseorang, utamanya mereka yang sudah berusia lanjut. Berapa yang dikatakan  usia lanjut, pada umumnya mereka yang sudah berumur 60 tahun keatas. Bagi mereka yang sudah berusia lanjut sangat penting untuk selalu menjaga kondisi kesehatannya. Tanpa  memperhatikan kondisi kesehatan, jelas akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan dan ada kemungkinan dapat berdampak sangat menyakitkan. 
       Suatu saat orang akan mengalami sakit, jelas hal ini akan dialami oleh semua orang karena tidak ada atau hampir dikatakan tidak pernah ada orang yang belum pernah sakit. Sebaik atau sekuat apapun organ yang ada pada manusia, jelas ada kelemahan-kelemahan yang dapat terjadi karena aktivitasnya atau karena asupannya, atau karena sebab yang lain (mungkin psikologis). Jadi, siapapun dapat tertimpa yang namanya sakit, hanya saja bagi setiap orang berbeda-beda apa yang dideritanya.
       Di ruang ini saya ingin membagi pengalaman yang sedikit banyak dapat dimanfaatkan bagi siapa saja yang  ingin "kalau mungkin tidak mengalami sakit yang menimbulkan penderitaan". Jadi, andaikan menderita sakit , ya sakit yang ringan-ringan saja. Karena sakit yang ringan-ringan jelas ada manfaatnya, yaitu daya tahan tubuh akan bertambah kuat.
       Yang pertama, ingin saya kemukakan pengalam saya selama 73 tahun dalam menjaga kesehatan. Setelah usia menjelang lima puluh tahun saya membiasakan untuk makan yang tidak berlebihan. Cara ini saya lakukan dengan membiasakan tidak menambah (tanduk = bhs Jawa), walaupun apa yang saya makan kesukaan saya atau makanan yang dihidangkan memang sangat lezat bagi siapapun. Hal ini menurut saya dapat mengurangi adanya asupan yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit. Dengan demikian apabila apa yang saya makan itu mengandung hal-hal yang menyebabkan timbulnya suatu penyakit, maka hal itu tidak begitu fatal atau tidak terlanjur parah.
      Yang kedua, setiap hari saya membiasakan untuk dapat melangsungkan buang air besar (bab), karena bab yang lancar setiap hari berarti tidak menyimpan sampat diperut. Apapun baiknya atau bergunanya asupan setiap harinya (4 sehat 5 sempurna) tetap saja ada sampahnya, dan yang namanya sampah tentu tidak baik (kotor). Dengan demikian apabila suatu hari tidak dapat melangsungkan buang air besar, perlu diwaspadai, mesti ada yang tidak beres. Selama setiap hari dapat melangsungkan buang air besar ada jaminan badan selalu sehat.    
      Yang ketiga, saya akan mengatur waktu dalam 24 jam itu menjadi tiga kelompok, yaitu : kerja, istrahat, rekreasi. Ketiga kelompok aktivitas itu porsinya dapat berubah-ubah, tetapi porsi untuk kerja harus rata-rata lebih banyak daripada kelompok yang lain. Tetapi harus ada dari ketiga kelompok itu setiap harinya. Kerja, jelas harus selalu ada dan sedapat mungkin mendapat porsi yang lebih banyak. Tentang ujud dari kerja tentunya banyak macamnya, dapat kerja yang memerlukan tenaga, dapat pula kerja yang menggunakan pikiran (menulis ini juga termasuk kerja). Sampai saat ini meskipun saya sudah purnatugas sejak 2003, saya masih mengabdikan diri untuk mengajar. Istirahat, jangan sampai lupa meskipun porsinya lebih sedikit dari aktivitas kerja, dan kelompok ketiga rekreasi, ini meskipun sekilas perlu kita laksanakan. Tentang ujudnya dapat bermacam-macam, mungkin membaca, melaksanakan hobi, bermain dengan cucu dsb.
      Yang keempat, tanda alami yang ada pada diri saya, selalu saya syukuri meskipun itu kurang menyenangkan. Misalnya rambut menjadi putih karena memang semestinya, jadi walaupun kurang elok dipandang tetapi saya tidak pernah menyemir untuk menjadi hitam. Karena itu ada maksudnya pemberian putih itu (paling tidak jangan merasa masih muda). Gigi mulai tanggal, ini juga tanda alami yang harus disyukuri, menurut saya tidak perlu ditambah gigi palsu, karena ini setidaknya mengingatkan pada diri saya supaya tidak makan apa saja (makanan yang keras-keras maupun yang kenyal-kenyal. 
      Demikian sedikit pengalaman, agar kita dapat membaca tanda-tanda alami yang telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa yang perlu kita cermati dan tidak kita abaikan begitu saja, semoga bermanfaat.

     

Selasa, 27 Desember 2011

TANDA-TANDA ALAMI YANG PERLU DIWASPADAI

     Semua orang seharusnya memahami tentang sesuatu  yang akan terjadi, apabila kita mulai ragu dengan apa yang akan kita lakukan, maka keraguan itu  akan menghasilkan : sesuatu yang kita rencanakan tidak tercapai atau ada kemungkinan tercapai. Karena keragu-raguan akan menjadikan kerja kita  tidak fokus. Ragu-ragu, adalah salah satu tanda alami yang perlu kita waspdai. Mengapa kita sering ragu-ragu dalam kegiatan yang kita laksanakan, dan ini tidak boleh kita biarkan. Jadi, ragu-ragu adalah alarm yang tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja. Sebaiknya kita cari permasalahan yang menimbulkan keragua tersebut. Selama tidak mendapat jawaban dari keraguan tersebut, sebaiknya kegiatan yang ingin dilakukan itu ditunda sampai kita mendapat jawaban bahwa apa yang akan dilakukan itu tidak menimbulkan keraguan. Jadi,  keraguan itu sebagai sinyal untuk dipertimbangkan adanya hal-hal yang akan terjadi.

     Rutinitas kehidupan seseorang jelas semua mengaalami, dan itu setiap orang irama rutinitasnya tidak sama. Tetapi secara global kehidupan semua orang sama, yaitu : bekerja (mengadakan kegiatan), istirahat, rekreasi (hiburan, mengisi waktu luang di bidang agama atau kegiatan yang membuat orang menjadi senang/sehat). Apabila rutinitas bagi seseorang, dari waktu ke waktu, dari hari ke hari berjalan secara berimbang dan itu terlaksana secara baiik berarti adanya tanda-tanda alami pada kehidupan yang berkualitas. Bagi seseorang yang memahami tanda-tanda alami ini akan menyadari bahwa mereka telah melaksanakan kehidupan secara berimbang antara kerja, istirahat dan rekreasi/mengisi waktu luang.

     Suatu saat apabila kita merasa capai, pusing, atau tidak enak makan, atau ada hal-hal yang muncul selama rutinitas itu berlangsung, maka itu harus dimaknai adanya alarm atau tanda-tanda alami yang harus kita cermati dan tidak dibiarkan berlalu begitu saja. Jadi, apabila dijumpai tanda-tanda alami itu kita harus melakukan tindakan yang cermat, apa yang harus dilakukan.

HIDUP SEHAT DIHARI TUA

      Aku ingin hidup 1000 tahun lagi (Chairil Anwar), Ini dapat diurai bahwa siapapun ingin menikmati kehidupan dalam jangka panjang, kalau mungkin yang paling panjang. Siapapun hampir pasti tidak ada orang yang ingin hidup dengan umur pendek, alias lekas mati. Tetapi semua orang percaya, bahwa hidup dan mati adalah ditangan Tuhan. Kapanpun apabila dipanggil sang Chalik tentu tidak dapat mengelak. Hanya pada diri umat manusia dibekali yang namanya usaha. Jadi, semua orang diwajibkan untuk berikhtiar, berupaya, dan berbuat untuk menjaga diri dari bahaya yang dapat mengancam dirinya. Bahaya dapat datang dari luar maupun dari dalam, bahaya dari luar orang harus selalalu berhati-hati, baik dalam perbuatan, kegiatan, tutur kata, maupun pikiran-pikiran yang semuanya itu dapat menimbulkan mara bahaya bagi diri seseorang. Bahaya dari dalam, sudah je las disebabkan dari diri sendiri. Diri seseorang harus dipandang dari segi jasmani maupun rokhani, jasmani sehat, rokhani sehat, itu yang diharapkan. Apabila jasmaninya sehat, tetapi rokhani tidak atau kurang sehat, jelas hal itu tidak menjamin pada kehidupan yang sehat, lebih-lebih di hari tua.

     Sebenarnya, alam telah  menuntun manusia untuk berbuat sesuatu dalam menghadapi segala kejadian yang akan terjadi. Apabila kita peka pada tanda-tanda alam yang muncul, maka hal yang terjadi pada diri kita dapat kita ketahui sebelum hal itu terjadi. Katakan saja, kalau kita mau pergi dan keadaan langit mendung gelap, kita tahu hari akan hujan. Jadi, kalau kita akan pergi siap-siap jas hujan atau payung agar kita tidak kehujanan. Kalau suatu saat kita merasa tidak enak makan, tentu ada yang tidak beres dalam tubuh kita. Hal seperti ini tidak boleh diabaikan begitu saja, karena kebiasaan membiarkan tanda-tanda alam begitu saja berlalu, tanpa kita berbuat sesuatu, jelas akan menimbulkan hal yang kurang baik bagi diri kita. Memang diantara kita sering, bahkan selalu mengabaikan tanda-tanda alam yang muncul yang sebenarnya ALARM bagi kita dan seharusnya  harus disikapi secara bijak. Dari alarm yang satu ke alarm yang lain, apabila dibiarkan terus menerus  jadilah kita kebal terhadap peringatan-peringatan yang pada akhirnya kita jadi orang yang tidak mengenal tanda-tanda alam yang sebenarnya sangat berguna bagi kehidupan kita.

     Makan menurut ilmu kesehatan, harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna : ada nasi, sayur, lauk, dan buah. Kalau sempurna ditambah dengan susu. Seberapa ukuran untuk makan pada setiap orang akan berbeda. Sebagai ukuran cukup makan apabila seseorang sudah merasa kenyang, tanda bahwa asupan makan sudah cukup. Malah sebaiknya, dan ini dianjurkan agar orang menghentikan makan sebelum kenyang (ingat : makan untuk hidup bukan hidup untuk makan). Untuk mengikuti anjuran "makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan", dianjurkan untuk berpuasa, apa puasa Senin-Kamis, puasa setiap masa tertentu pada hari Rabu-Kamis-Jumat, dan tentu saja bagi umat Islam setahun sekali menunaikan ibadah puasa pada bulan Ramadahan.

     Ada satu cara yang dapat diterapkan agar asupan makanan bagi seseorang tidak berlebihan, yaitu dengan membiasakan untuk mengambil makan "sekali jadi". Sekali jadi, maksudnya pada setiap makan (baik makan pagi, siang, maupun makan malam) dibiasakan tidak menambah meskipun selera untuk menambah ada. Kalau ini sudah menjadi kebiasaan, jelas akan mengurangi nilai asupan makan, sehingga tidak ada yang berlebihan atau sekurang-kurangan sesuai dengan anjuran "makan untuk hidup bukan hidup untuk makan". Dengan demikian proporsi keadaan ideal dapat selalu terjaga, yaitu : antara tinggi badan dan berat badan. Kebiasaan seperti yang dikemukakan di atas keliahatannya mudah, tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah seperti yang dibayangkan. Kalau tidak percaya silahkan mencoba, dapat dicoba dalam waktu satu bulan, kalau berhasil dapat diteruskan satu semester, dan seterusnya dalam satu tahun dan akhirnya menjadi kebiasaan yang dtidak terasa . Ini dianjurkan bagi yang belum biasa dan terutama mereka yang memiliki gejala diabetes, colesterol tinggi yang tidak seharusnya, hypertensi. Ini usaha untuk dapat menikmati hari tua, tentu semua orang ingin HIDUP SEHAT DIHARI TUA (Silahkan baca pengalaman selanjutnya tentang : Tanda-tanda alami yang perlu diwaspadai untuk menjaga kesehatan) 

















Minggu, 11 September 2011

9 Penyakit Warisan


9 Penyakit yang diwariskan keluarga
( Mohamad “Bear” Yunus, trainersclub yahoogroups)

1. Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). Hipertensi sering tidak disadari karena tidak bergejala. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan pengukuran tekanan darah. Jika tidak segera diobati, dapat meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung.
Risiko diturunkan: Menurut para ahli, jika salah satu orang tua Anda memiliki tekanan darah tinggi, risiko Anda mendapatkan penyakit ini sebesar 15 persen atau bahkan lebih tinggi.

2. Kolesterol tinggi

Dalam keluarga yang sama, kadang para anggotanya memiliki tingkat kadar kolesterol tinggi. keadaaan ini dalam ilmu kedokteran disebut Familial Hypercholesterolaemia (FH). FH disebabkan oleh perubahan gen dimana lemak tidak dimetabolisme dengan baik dalam darah dan menumpuk di arteri. FH merupakan satu contoh dari sifat genetik yang dominan, yang berarti bahwa seseorang memerlukan hanya satu gen abnormal untuk memiliki kondisi tersebut.
Risiko diturunkan: Dr Nigel Capps, dari Inggris mengatakan, jika salah satu orang tua Anda memiliki hiperkolesterolemia familial, maka Anda memiliki risiko 50 persen mendapatkan penyakit tersebut.

3. Hipotiroid

Hipotiroid terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroksin. Gejala yang muncul biasanya sering merasa kelelahan dan penurunan berat badan. Penyakit ini tujuh kali lebih mungkin terjadi pada perempuan.
Risiko diturunkan: Dr Mark Cohen, konsultan endokrinologi dari Spire Bushey Hospital, Hertfordshire mengungkapkan, memiliki saudara atau ibu dengan tiroid (kurang aktif), maka Anda memiliki risiko 20 kali lebih mungkin untuk mendapatkannya.

4. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar (juga dikenal gangguan manik depresi) adalah suatu kondisi yang menyebabkan periode depresi dan mania, biasanya dipicu oleh stres. Diduga disebabkan oleh ketidakseimbangan kimia di otak, dan pengaruh faktor genetik.
Risiko diturunkan: Jika ada orang tua yang memiliki penyakit ini, maka risiko untuk setiap anak-anak mereka mengalami hal sama adalah sebesar 10-15 persen.

5. Diabetes tipe 2

Umumnya gejala awal diabetes tipe 2 tidak dapat dideteksi. Risiko mengidap diabetes cukup tinggi jika keluarga, orang tua atau saudara Anda juga memiliki riwayat penyakit ini.
Risiko diturunkan: Jika ada salah satu orang tua dengan diabetes tipe 2, risiko penyakit itu diturunkan sebesar 15 persen. Tetapi jika kedua orang tua memiliki kondisi tersebut, risiko penyakit itu diturunkan kepada anak mereka sebesar 75 persen. Namun, faktor lain seperti kegemukan, malas olahraga dan makan yang tidak sehat dapat meningkatkan resiko.

6. Arthritis (radang sendi)

Osteoarthritis adalah jenis penyakit sendi yang disebabkan oleh keausan sendi dan merupakan salah satu dari keluarga besar penyakit arthritis yang paling sering terjadi. Penyakit ini mempengaruhi sekitar 80 persen orang pada suatu waktu dalam kehidupan mereka.
Risiko diturunkan: Banyak masyarakat yang menganggap kalau osteoartritis adalah penyakit yang diturunkan. Tetapi Dr. Sanggar mengatakan, kondisi seperti ini sebetulnya sangat jarang diwariskan. “Ini biasanya terjadi karena keausan pada sendi,” katanya.

7. Motor Neuron Disease (MND)

MND adalah suatu penyakit mematikan yang sudah dikenal sejak abad ke-19. Karena relatif jarang ditemukan sering seorang dokter luput mendeteksi gejala-gejala penyakit ini bahkan banyak yang mendiagnosanya sebagai stroke.
Penyakit umumnya merusak sistem saraf sehingga menyebabkan otot lemah. Penyakit ini cenderung mempengaruhi orang berusia lebih dari 40 tahun dan lebih sering menimpa laki-laki. Penyebab pastinya belum jelas, tetapi penyakit ini bisa diturunkan.
Risiko diturunkan: Peneliti mengatakan, sekitar 10 persen penyakit ini dapat diturunkan jika Anda memiliki kerabat dekat dengan kondisi seperti tersebut.

8. Kanker payudara dan ovarium

Kanker payudara adalah kanker paling umum yang diderita kaum perempuan. Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu penyakit penyebab terbesar kematian pada wanita. Sedangkan kanker ovarium, biasa dikenal dengan “silent killer”, menduduki peringkat ke-lima sebagai penyebab kematian pada wanita akibat kanker.
Risiko diturunkan: Menurut penelitian sementara 90 persen kasus tidak diwariskan. Hanya 5-10 persen kanker payudara disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari satu ibu atau ayah. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 adalah yang paling sering. Perempuan dengan mutasi ini memiliki risiko terkena kanker payudara sampai 80 persen. Meningkatnya risiko kanker ovarium juga dikaitan dengan mutasi gen ini.

9. Parkinson

Penyakit parkinson dimulai secara samar-samar dan berkembang secara perlahan. Pada banyak penderita, pada mulanya parkinson muncul sebagai tremor (gemetar) tangan ketika sedang beristirahat. Penyakit ini cenderung diturunkan, walau terkadang faktor genetik tidak memegang peran utama. “Sekali lagi, ini adalah kondisi multi-faktorial,” kata Dr Walker.
Risiko diturunkan: Menurut Walker, mereka yang mempunyai orangtua, saudara atau kerabat dekat dengan gangguan parkinson, maka dua kali lipat lebih mungkin untuk mengalami hal serupa. (palingseru.com)

Semoga bermanfaat.